Friday, June 23, 2006

Siaran Bola Diacak

Beberapa malam terakhir para penggemar olahraga sepak bola seolah terpaku di depan pesawat televisi untuk menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding di ajang piala dunia 2006. Walaupun kurang hobi olahraga sepak bola namun aku turut serta bergabung bersama mereka untuk menyetel alat penerima siaran TV digital karena siaran langsung pertandingan tersebut tidak dapat disaksikan di layar kaca SCTV yang diacak / scramble sehingga harus mengarahkan parabola ke stasiun TV negara tetangga yang menyiarkan secara langsung piala dunia 2006 tanpa diacak seperti TV Laos, CCTV atau beberapa stasiun TV Thailand yang frekuensi stasiunnya dapat dilihat di sini.

Ada hal lucu seputar siaran langsung pertandingan sepak bola yang sama dari 2 atau 3 stasiun televisi berbeda. Ketika stasiun televisi yang satu ; contoh SCTV telah menayangkan gol yang dihasilkan satu tim dan disambut teriakan dari pemirsanya , stasiun televisi yang lain ; TV Laos atau CCTV 1 masih tertinggal / delay sekitar 30 detik sampai - 3 menit sehingga penonton yang menyaksikan tayangan langsung dari 2 stasiun tersebut menjadi bengong dan mengira ada pertandingan lain pada saat yang sama

Hal menarik lainnya adalah melihat wajah-wajah yang masih kuyu dengan mata masih merah karena semalaman begadang menonton siaran langsung pertandingan sepak bola tersebut. Sewaktu briefing pagi yang rutin dilaksanakan, ada yang saking mengantuknya asal jawab ketika ditanya suatu hal. Untungnya peristiwa akbar olahraga yang digemari umat manusia sejagad ini hanya berlangsung sekali dalam empat tahun sehingga tidak mengganggu produktivitas sehari-hari

4 comments:

kencana2006 said...

Pak Bambang,
Siaran TV Laos sulit diterima di tempat saya. Apakah arah parabola terlalu ke Timur? Soalnya ada penghalang ( pohon jambu ) di depan dish jika terlalu miring ke Timur. CCTV 1 dapat diterima di Asiasat 3-S tanpa halangan

bambang wiguritno said...

Arah parabola ke Timur 138 derajat pada frekuensi 3804 S/R 3034 vertikal. Sebenarnya tidak terlalu miring karena satelit PAS 8 atau PAS 2 justru lebih ke Timur ( 166 dan 169 derajat ). Jika ada penghalang yang terlalu dekat dengan dish memang harus dieliminasi agar penerimaan siaran tidak terganggu. Untuk CCTV, juga dapat disaksikan lewat satelit Apstar 6 di 134 derajat Timur pada frekuensi 3840 S/R 27500 horizontal terdiri dari CCTV 1,2,7,10,11,12 dan CCTV music serta beberapa siaran lainnya dari China

Anonymous said...

Pak bambang apa kabarnya? Wah senang bisa membaca tulisanmu. Mana lagi dong ceritanya? Gak sempat nulis2 lagi ya? Aku baru belajar buka blogmu nih. Ada yang ngajarin, makanya baru bisa nulis ke pak bambang. Mat tahun baru ya, semoga cerita hidup selanjutnya selalu dengan Ridho Allah. Amin.
oke ya...tak tunggu tulisannya...he..he..

Anonymous said...

Halo Pak Bambang, gimana kabarnya? Senang bisa membaca tulisannya. Aku baru diajarin sahabatku buka2 blog. Makanya jadi bisa nulis2 nih. Oh ya..mana lagi dong tulisannya? Gak sempat krn sibuk ya? Ya deh...si boss pasti waktunya padat. Eh..mat tahun baru ya, semoga cerita hidup selanjutnya dengan Ridho Allah. Oke ya..tak tunggu tulisannya dari BELANTARA SUMATERA. Ok ya..thx.